Pesawat Kertas (Paper Plane)


紙飛行機 (kami-hikouki) ­/jp

Paper plane/en

Pesawat kertas/id

——

Bagiku kehidupan manusia itu seperti pesawat kertas. Kita bisa membuat sesuai dengan yang kita inginkan dengan bebas. Sejauh mana pesawat itu akan melangkah, itu tergantung seberapa kuat kita mendorongnya

Seperti hidup, kita bisa memilih bagaimana kehidupan kita, pilihan kita sekarang adalah hal yang akan membentuk hidup kita di masa depan. Kemudian seberapa menyenangkan, seberapa sukses hidup kita, itu tergantung seberapa jauh kita memaksa kaki ini untuk berlari.

Pesawat kertas itu, dengan angin yang menerpanya, dia tetap terbang dengan sayap kecilnya walaupun terkadang terguncang.

Bahkan pesawat kertas itu akan tetap terbang walau terpaksa mengikuti arah angin, kenapa kita tidak bisa, mengikuti arus kehidupan yang memaksa kita berjalan berkebalikan dengan keinginan kita?  Langkah kita harus terus berlanjut meskipun menginjak kerikil.

Pesawat itu, tak ada yang memperhatikan seberapa tinggi dia terbang, seberapa lama dia terbang. Kecuali langit yang menjadi tempatnya bernaung. Tak ada yang peduli seberapa keras dia mencoba, seberapa keras dia menangis. Mungkin dia hanya dianggap sebagai pesawat kertas biasa yang terbuat dari kertas usang.

Dia begitu bebas. Tak ada seorangpun yang memperhatikannya, tak ada yang melihatnya selain langit yang menemaninya. Aku ingin hidup seperti itu. tidak memperdulikan cemoohan orang akan pilihanku. Tak peduli apa yang mereka katakan, meskipun aku menangis dan berjalan diatas kerikil, aku ingin tetap meneruskan langkah kakiku. Meskipun mereka tidak menghargai aku yang sekarang, itu tidak masalah.

Dia pergi mengikuti angin yang membuatnya semakin terbang tinggi. Mungkin awalnya dia merasa takut. ‘seberapa jauh aku akan pergi? Aku merasa tidak aman dengan keadaan ini. di ujung jalur ini, pasti ada sebuah mimpi, bukan?’

Aku menerka-nerka seberapa lama aku akan bertahan. Semakin jauh aku berjalan, aku mulai merasakan ketakutan. Aku bertanya-tanya, ini akan berbuah manis, bukan? Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.

Begitu bebas, kau hanya perlu terbang tinggi, setinggi-tingginya. tak seorangpun yang peduli tentang bagaimana kau akan bertahan. Di dunia yang nyata ini, sesuatu atau lainnya, akan membuatmu bertahan.

Ini adalah hidupku. Orang yang tidak mengenalku, tidak akan tahu apa yang aku inginkan. Mereka hanya akan menilainya dengan pemikiran mereka sendiri, menilai dari sudut pandang mereka. Meskipun ini tidak sesuai dengan rencana awal, mereka –yang merupakan orang-orang terdekatku- selalu menghiburku, menyemangatiku, dan berbisik padaku, kau pasti bisa.

Seandainya pesawat itu terjatuh, terinjak,dan hanya menjadi secarik kertas biasa; sebelum itu benar-benar rusak,  kau hanya perlu memungutnya, memperbaikinya, dan sekali lagi menerbangkannya.

Ah, jika aku terjatuh, aku hanya perlu berdiri lagi. sebelum aku benar-benar terjatuh, aku harus segera berdiri, berlari, mengejar mereka yang ada di depanku.

——-

Special thanks to:

Ogawa Sensei, yang memberikan tema bebas untuk tugas matkul menulis minggu ini, dan berakhirlah saya pada tulisan ini sebelum menulis tugas yang sesungguhnya.

Ft Island, yang telah mengeluarkan lagu Paper Plane dalam albumnya, dan memberi saya inspirasi dalam mengerjakan tugas saya –setelah ini–.

Umbuk Sensei, yang selalu berbagi kisah, menyemangati kami, mendukung kami, dan bagian terpenting adalah terima kasih sudah memberi saya ide –secara tidak langsung- untuk tugas menulis saya dengan tema bebas ini.

Advertisements

13 thoughts on “Pesawat Kertas (Paper Plane)

      1. oh iya kak, kapan2 saya share. dulu pernah saya share juga waktu ada mahasiswa dari hiroshima. tapi itu waktu saya masih belajar nulis, jadi acak-acakan 😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s