Explosion


​Ku tidak ingin membela. Tapi mereka keterlaluan.

Katakanlah dia memang anak yang pemalas, yang hanya tau cara bagaimana bermain game dan tidur. Melupakan apa itu tugas, kewajiban, dan hanya memikirkan diri sendiri.

Dia memang hanya menjalani hidup seperti mengikuti arus air. Dia hidup tanpa tahu apa tujuannya. Mungkin dia hanya tahu bagaimana cara menghabiskan uang, tanpa tahu bagaimana cara menghasilkannya. Mungkin dia hanya bisa mengulurkan tangannya pada orang tuanya.

Aku tidak tahu apa yang menjadikan penyebabnya. Tapi aku hanya ingin melihatnya dari sudut pandangku yang memiliki kepribadian sama dengannya. Bukan berarti aku yang juga sama (secara keseluruhan) sepertinya, tapi kemiripan kepribadian kami yang cenderung tertutup dan pendiam.

Entah atas dasar apa aku meyakininya, tetapi pasti ada waktu walupun hanya beberapa detik, dimana dia juga memikirkan masa depannya, memikirkan orang tuanya. Mungkin saja sebuah pemikiran  seperti ‘untuk apa hidup?’, ‘kelak aku akan bekerja sebagai apa?’, ‘sebenarnya apa yang ku cari?’.

Hm, atau mungkin itu hanya khayalanku saja. kadang aku juga merasa kesal padanya. Kapan dia akan berubah. Tapi saat aku mendengar cemoohan orang-orang disekitarnya aku merasa kasihan padanya. Mereka mencemooh tanpa tahu kebenarannya. Mereka keterlaluan.

Suatu hari, disaat ‘mereka’ berkata jika dia selalu bla bla bla, tidak pernah lalala, serta menyumpah-serapahi ‘dia’. 

Aku mengiriminya pesan. Dan bertanya, kenapa. Dan aku menemukan jawabannya. Dia sedang berada di suatu tempat dan dia dalam keadaan yang, hmmm, sebut saja berhalangan untuk ada di situasi yang di maksudkan ‘mereka’.

Kata-kata yang dilontarkan ‘mereka’ membuatku sakit hati. Entah kenapa, tapi mereka keterlaluan. Mereka berbicara tanpa tahu yang sebenarnya. 

Mereka berbicara jika dia tidak melakukan tugasnya, tapi ternyata dia mengerjakannya tanpa memperlihatkan usahanya pada ‘mereka’. Tidak ingin pamer? 

Yang jelas, mereka adalah sosok yang seharusnya bisa mengayomi, menuntun, dan mensupportnya. Jika mereka berbicara yang tidak-tidak tanpa tahu yang sebenarnya terjadi, itu hanya akan memunculkan fitnah. Entah itu seberapa kesalnya ‘mereka’, seharusnya mereka menggunakan kata-kata yang tidak menyakitkan hati. Seperti readers yang menggunakan kata-kata yang, ya begitulah…. Untuk meninggalkan komentar berunsur flame dan bash pada sebuah fanfic yang dipenuhi dengan kekurangan.

Entah aku menulis ini dengan tujuan apa. Hanya merasa stres dan mendapat tekanan dari sana-sini, ditambah mendengar cemoohan-cemoohan itu, rasanya mau meledak.

Advertisements

4 thoughts on “Explosion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s