너를 그리워요


Rindu. Satu kata sederhana tapi sangat bermakna. Ketika ku bilang ku rindu akan suatu hal, artinya aku sedang berjauhan dengan apa yang kurindukan, aku tidak melihat sesuatu yang kurindukan itu. Sesuatu yang biasanya ada disekitarku, tapi secara tiba-tiba semua itu hilang. Sedikit tidak terbiasa, dan aku mulai rindu.

Aku rindu. Akan masa kecilku. Bersama sosok nenekku, sosok yang menjagaku sejak aku kecil. Sosok yang menjadi pelipur lara ku ketika aku merindukan ayah dan ibu yang sedang bekerja. Sosok yang menuntunku di saat ku tertatih. Sosok yang menenangkanku saat ku terisak. Sosok yang senantiasa menggendongku dipunggung sempitnya. Sosok yang mengajariku untuk berbagi. Sosok yang mengajariku untuk bersabar. Sosok yang tersenyum saat senang, dan cemberut saat kesal padaku. Aku merindukannya. Aku sangat merindukannya. Tapi ternyata ruang waktu memisahkan kami.

Aku rindu kebersamaan kami. Saat kami mendengarkan suara semut yang bernyanyi dari sebuah radio tua yang dijalankan dengan silinder biru berisi bubuk gelap. Aku rindu saat beliau mengusap kulit ku dengan tangan tuanya. Aku rindu saat beliau menceritakan tentang kisah mudanya. Aku rindu saat kami saling bercanda. Aku rindu saat kami memperebutkan suatu hal yang konyol. Aku rindu saat beliau memegangiku agar tidak terjatuh. Aku rindu saat kami menonton film bersama. ini filmnya bagus, Jaman dulu engga ada film kaya gini; nanti kalau film cinanya –film korea yang ada di tv swasta maksudnya- udah main, bangunin ya. Aku rindu celotehannya yang seperti anak muda. Aku rindu saat beliau mengajariku memasak. Aku rindu saat kami bersama-sama membuat jelly beruang. Aku rindu nasehatnya yang kata orang lain kolot. Aku rindu kehadirannya saat menyambutku pulang ke rumah. Aku rindu saat kami menanam bunga. Aku rindu saat aku menemaninya berjalan-jalan dengan tongkat kayu buatannya. Aku rindu untuk menggenggam tangan tuanya. Aku rindu saat aku memainkan kulit tuanya yang mengerut. Aku rindu saat mengepangkan rambut panjangnya yang penuh uban. Aku rindu saat aku harus menyiapkan air panas untuknya. Aku rindu saat aku harus menyiapkan makannya. Aku merindukan semua tentangnya.

Saat kami beradu mulut, aku menyesalinya. Mengapa aku membentaknya di saat aku sudah dewasa, di saat seharusnya akulah yang mulai menjaganya, bukan aku yang dijaga. Aku menyesalinya saat aku berpura-pura tidak mendengarnya. Sangat banyak yang kusesali, hingga pada saat terakhir aku mengusap tangan renta itu. mengapa aku tidak bisa berada di sampingnya. Mengapa aku tidak bisa mengucapkan aku menyayangimu. Mengapa aku tetap berdiam diri tanpa bisa mengucapkan seberapa besar aku menyayanginya. Mengapa aku hanya bisa diam menatap mata sendu itu? Mengapa aku hanya bisa menangis saat beliau sudah terlelap? Mengapa aku tidak bisa merangkulnya saat beliau merasa kesakitan? Mengapa aku tak bisa menghapus air mata itu? Aku hanya bisa marah pada diriku sendiri. Luka yang ku berikan pada hatinya. Luka yang seharusnya bisa ku sembuhkan jika aku merawatnya. Tapi luka itu semakin besar hingga pada saat terakhirnya. Yang kulakukan hanya bisa meringkuk. Marah pada diriku sendiri. Menyalahkan diriku sendiri. Menangisi saat beliau bertanya di mana aku, mengapa ku tak datang, saat ku sadar hari itu adalah hari untuk kami mengucapkan selamat tinggal.

20 tahun yang kuhabiskan bersamanya, tidak akan kubuang. terima kasih sudah menemaniku selama 20 tahun. Dalam suka maupun duka. Terima kasih telah mengorbankan waktu untukku yang hanya bisa merengek ini. Terima kasih telah menjadi sosok nenek yang hebat dalam hidupku.

Because I miss you, I want to see you.

1dsc02059
Idul Fitri 2015
20150926_135536
Malang,  26 September 2015
Advertisements

17 thoughts on “너를 그리워요

  1. semoga sang nenek iterima amal ibadah-Nya dan bahagia di sisi Tuhan. Saya sedih bacanya, jadi pengen bilang terimakasih sebanyak- banyaknya untuk mak (pangilan saya pada nenek) yang alhamdulillah masih sehat.

  2. Rindu, saat rindu datang kita tidak bisa melawan hanya air mata. rindu bisa menyerang kapan saja. Dan rindu itu menyakitkan, semoga apa yg kita rindukan selalu terjaga dalam lindungan nya ntah itu msh ada atau tiada. Semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s