Anime (アニメ)?


WARNING. POSTINGAN INI MENGANDUNG BAHASA NONFORMAL DAN TYPO(S) YANG MUNGKIN TIDAK TERDETEKSI SEHINGGA BISA MEGGANGGU ANDA.


oha~! Halo~! Apa kabar?

Kembali dengan artikel yang gak terlalu penting yang isinya cuma ocehan saya. Wakakak. Sorry~

Berhubung ini lagi masa liburan dan aku lagi free, jadi mau puas-puasin nulis di wp sama ffn. Dan berhubung kali ini mood buat sharing, aku mau berbagi soal anime. kepikiran buat bikin postingan ini setelah baca  postingan si sucisu nih. Wakakakak, aku terinspirasi dari tulisan  kamu suc~ lol

Oke langsung aja. Pada tau kan ya anime itu apa? Ituloh, animasi buatan Jepang. Anime itu berasal dari kata animeishon yang merupakan kata serapan bahasa jepang dari animation.

Jadi apa yang bakal kita bahas? Uh-oh! Chotto, Wakaranai~~~~ -_-

Mee suka anime?

Iya. Tapi tergantung dari cerita sama chara-nya. Suka anime yang chara-nya itu cowok-cowok kece macem kurobasu, Tokyo ghoul, ranpo kitan (masih baru nih, nyahahah), papa to kiss in the dark (waks, jangan hakimi saya), free! dan sejenisnya. Trus suka anime yang genrenya macem one week friends (recommended), aoharu x kikanjuu (ini juga masih baru), ookami shoujo to kuro ouji, ao haru ride, dll.

mee itu seorang otaku?

Bukan, aku itu bukan otaku kok. Kalau menurut pengetahuanku, otaku itu kaya ELF yang cinta bingit ke Super Junior (kaya saya). Tapi catat. MEE BUKAN OTAKU. Karena otaku itu pengetahuannya dalem banget sedalam lautan di laut lepas (?). Sedangkan aku itu masih dangkal, sedangkal genangan air hujan di musim kemarau. /plak

Mee bukan otaku, cuma sekedar suka aja sama anime sama manga.

Gimana ceritanya bisa suka sama anime ataupun manga?

Ohh, mungkin ini bagian yang gak kalian pertanyakan yang bakal aku kasih tau secara sukarela walaupun kalian gak kasih saya uang receh buat nabung beli album. /abaikan/

Fyi, suka nonton anime itu sebenernya dari SD. Mulai one piece, pokemon, detective conan, naruto (yang awal-awal tuh), bleach, dkk. Tapi masih gak tau tuh istilah-istilah anime, manga, otaku, dan sejenisnya. Masih menyebutnya itu kartun, komik, dan sejenisnya. Ya namanya juga masih bocah. Ok, itu demamnya saya sama ‘kartun jepang’ semasa SD. Sampe-sampe aku sama temen-temen SD jadi karakter ‘kartun jepang’ tadi (jaman dulu gak tau roleplay). Aku jadi luffy loh. /gak ada yang tanya/

Oke, berlanjut dari jaman bocah. Namanya juga bocah, gampang bosen. Masuk ke masa SMP, udah terlupakan itu kegilaan saya soal ‘kartun jepang’. SMP pun, aku masih gak tau istilah anime. Waks. Tau istilah ‘anime’ itu masuk ke SMA kelas 2. /telat sekalee/

Berawal dari status saya yg K-popers  yang masih labil multifandom dari SMP, saya mulai suka itu sama yang berbau korea. Singkat cerita, dari K-popers jadi seorang ELF, dan kemudian jadi seorang fujoshi dari SMA. Dari fujoshi inilah, hamba tau apa itu anime, manga, otaku, dsb. Orz

Gini banget ya. -_-

Ok, dari fujoshi ini lah, mulai suka cari gambar-gambar shou-ai. Dan dari gambar-gambar inilah, saya tau macam-macam judul anime ataupun manga.

Jadi, kesimpulannya, saya nonton anime itu berawal dari gambar masing-masing chara ataupun pair-nya. Wakakaka. Contohnya aja, AkaKuro (Akashi x Kuroko). Nemu gambar mereka itu pas SMA kelas 12 kalau gak salah. Abis punya buanyak gambar pair ini, mulai iseng cari darimana mereka berasal (re: mereka dari animanga apa). Dan ketemulah kurobasu, dan mulai ngikutin animenya walaupun pas itu ketinggalan beberapa episode anime dan buanyak chapter manga-nya. Tapi saya ngikutin sampe season 3 tamat, bruh!

Kalau nonton anime berdasarkan chara kaya yang dijelasin di atas, berarti gak menutup kemungkinan buat nonton anime BL?

Duh, gimana ya? Aku nyebutnya BL atau shounen-ai atau yaoi aja? Yaoi aja lah. Nyurufufufu

Berhubung aku ini seorang fujo akut, jadi ya gak menutup kemungkinan kalau aku suka nonton anime bergenre kaya gitu. Contohnya aja papa to kiss in the dark, junjou romantica, dkk. Hell, itu ceritanya keren loh.

Kalau yaoi berarti ecchi dong? Hentai?

Uh-oh! Bukan berarti kaya gitu juga. Gak semua anime yaoi itu plotnya mesum. Ya walaupun di dalem cerita ada sedikit lemon yang gak begitu asem sih.

Baca manga yaoi juga suka dong?

Heheh, lumayan. Suka banget malah. Jangan di bahas saya baca manga ini genre apa. Ero manga? I think so. I’ll give you one clue, ‘choco strawberry vanilla’.

Apa sih untungnya suka anime ataupun manga?

Berhubung saya ini belajar di jurusan Sastra Jepang, banyak manfaatnya buat saya. Dari anime, bisa mengasah kemampuan Bahasa Jepang saya. Seenggaknya sedikit-sedikit saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapat melalui percakapan-percakapan di anime itu. dan buat manga, ilmu saya belum mumpuni buat baca manga asli. Alhasil, saya cuma baca manga terjemahan. Nyurufufu. Manga terjemahan cuma berlaku buat manga genre yaoi. Hell, masih belum banyak yang translate ke Indonesia. Sambil menyelam minum air. Baca manga sambil belajar Bahasa Inggris. Cukstaw, Bahasa Inggris saya itu amburadeul. Lol

Buat kalian yang bukan dari jurusan Bahasa Jepang atau pun sejenisnya, kalian juga bisa belajar dari anime-anime tersebut. Ada guru Bahasa Inggris saya dulu bilang ke saya, kalau kalian mau bisa menguasai bahasa, ada baiknya kalian menambah cara belajar kalian dari musik, film, ataupun yang lainnya. Belajarlah dengan apa yang kalian sukai. Kalau suka musik, belajar dari musik. Itu bisa melatih pendengaran kalian juga.

Gara-gara suka anime sama manga jadi masuk Sastra Jepang?

Enggak kok. Masuk jurusan ini karena emang niatan dari awal. Anime sama manga itu jadi lebih addict malah sehabis masuk jurusan ini. Sehabis masuk jurusan ini, saya butuh objek buat mengasah pengetahuan yang masih minim ini. dan anime itu yang jadi objeknya.

Anime cuma jadi ‘pelampiasan aja dong?

Bisa di bilang kaya gitu. Tapi kesukaan aku ke anime jadi semakin luas. Kalau dulu jaman SMA cuma nonton Kurobasu sama anime-anime yang berbau shou-ai, sekarang jadi nonton anime-anime yang baru dengan ‘pencitraan’ yang beda-beda. Kaya one week friends, itu kan cerita beda banget dari citra fujoshi, terus tonari no kaibutsu kun, ao Haru ride, dsb.

Tadi di atas kalau gak salah di sebutin belajar bahasa dari musik juga. Belajar dari musik juga gak?

Iya. Dan lagi, dari musik ini juga aku bisa nemuin anime-anime baru.  Contohnya one week friends. Anime ini aku temuin sehabis aku penasaran lagu Sukima Switch yang judulnya Kanade yang ternyata soundtrack dari anime ini. alhasil, mulailah nonton anime ini.

Jadi kesimpulan postingan kali ini apa?

Hell! Nonton anime itu gak ada salahnya. Bisa belajar, bisa melepas jenuh ataupun penat, media penghibur diri. Wakakak

Mee itu orang yang kebalik ya ternyata. Kalau kebanyakan orang nonton filmnya dulu baru cari si tokoh ataupun soundtracknya. Tapi aku malah engga. Dapet si tokoh sama lagu dulu, baru nonton. OTL


Ok, cukup sampai di sini saya mengoceh acak-acakan gak jelas. Wakakak, saya sedang mengisi liburan saya di sela-sela nyelesain project keempat dan proyek besar pertama. /halah

See You! 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Anime (アニメ)?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s