Malam yang Menjemput


Bahagia adalah saat bulan menyampaikan sedihnya

Berbagi perasaan pada langit yang muram

Adalah satu walaupun tangis akan menerpa

Rasa tinggi saat kau mulai menyatukannya

 

Sedih adalah saat bulan meninggalkan persinggahannya

Senyum langit hanyalah ceceran darah yang pekat

Ketika merah itu semakin menghitam

Langit akan semakin menangis

 

Meskipun tubuh ini remuk

Tak akan mampu menenangkan sang bulan

Ketika pemilik tubuh sadar jika hanyalah seonggok bunga liar

Tak bergeming hanya penikmat duka malam yang tersakiti

Melihatnya hanya akan menusuknya semakin dalam

 

Setetes penyesalan ialah dingin api dalam kesunyian

Tak mampu meruntuhkan sayatan senyum yang terluka

Ketika penat mulai meraba

Hanya duri yang dirasa semakin menerkam

 

Berhentilah ketika bisa

Berhentilah ketika memang mustahil

 

Pemaksaan akan menempatkan bunga liar pada harapan yang terbelah

Jangan melukainya

Walaupun langit terikat pedih pada bulan


Mee, 07・27・2015(月)

Advertisements

One thought on “Malam yang Menjemput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s