Dalam 104


Dalam nazam ikhrar terungkap

Tak ada baris dalam tutur bahasa

Terlimpah pada nadim sang Raja

Jika ikhrar hanya bualan

Tak harus diselaminya

 

Dalang bersua dalam ceritanya

Hiruk pikuk terpecah di seberang

Menikmati yang tercoret dalam panggung jiwa sajak

Menoleh pada alur yang tersirat

 

Nagam yang terlontar

Haruslah diulanginya

Hati yang rurut

Haruslah dibersihkannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s